Lewati ke isi
Profil penulisSeri Buku GIS Kehutanan dan Pertanian/ B4
Tampilkan bagian untuk:

BAB 6: Jembatan ke Intermediate: Proyek Mini dan Pembuka Geoprocessing

#Studi kasus: "Seberapa dekat petak kita dengan sungai?"

Kepala Seksi mengajukan pertanyaan baru. "Berapa hektare petak kita yang berada dalam 25 meter dari sungai, dan berapa titik panas yang jatuh di sana?" Memandangi peta tidak cukup untuk menjawab angka seperti itu. Analis Muda perlu alat analisis yang menghitung, bukan hanya menampilkan. Bab ini menjawabnya sambil menyatukan semua yang Anda pelajari di B1 sampai B4. Angka 25 meter hanya contoh latihan, bukan ketentuan resmi.

Bab ini adalah jembatan menuju Seri I1: Analisis Vektor dan Geoprocessing.

#Konsep: geoprocessing dalam tiga kalimat

Geoprocessing adalah menjalankan alat yang memproses data peta dan menghasilkan data peta baru. Bayangkan mesin penggiling: bahan masuk (layer input), mesin bekerja dengan pengaturan tertentu, lalu keluar hasil (layer output). Data aslinya tidak berubah.

Istilah baru bab ini:

  • Geoprocessing: proses data peta oleh alat dan menghasilkan layer baru.
  • Alat Processing: satu fungsi analisis siap pakai, tempatnya di Processing Toolbox (QGIS) atau panel Geoprocessing (Pro).
  • Buffer: area di sekeliling objek dengan jarak tertentu.
  • Clip: memotong satu layer dengan bentuk layer lain.
  • Keluaran sementara: hasil yang hanya ada di memori dan hilang bila proyek ditutup tanpa disimpan.

#Pola yang sama untuk semua alat

Setiap alat memakai pola: input, parameter (misalnya jarak), lalu output. Dengan mengenal pola itu, Anda bisa memakai alat apa pun, termasuk yang belum pernah Anda lihat. Setiap alat juga punya halaman bantuan yang menjelaskan parameternya.

  • Buffer: input garis sungai, parameter jarak 25 m, output bidang di sekeliling sungai. Pilihan Dissolve menggabungkan semua hasil menjadi satu bidang.
  • Clip: input petak, overlay (pemotong) bidang buffer, output hanya bagian petak yang berada di dalam bidang itu. Atribut petak tetap ikut. Luasnya berubah, tetapi kolom Luas_ha tidak ikut dihitung ulang.
Ilustrasi 6.1: Buffer dan Clip
Skema: garis diberi buffer, buffer dipakai untuk memotong layer lain, hasilnya layer baru

#Jarak harus dalam meter

Alat buffer memakai satuan CRS layer. Pada data berkoordinat derajat, jarak 25 berarti 25 derajat. Itulah sebabnya Anda belajar B1 Bab 5: ubah dulu ke UTM yang berunit meter.

#Alur proyek mini terpadu

Ilustrasi 6.2: Alur proyek mini
Skema: enam langkah dari cek CRS sampai ekspor peta

Enam langkah memadukan seri sebelumnya:

  1. Cek CRS (B1). Titik panas kiriman kantor lain berkoordinat derajat.
  2. Ubah ke UTM dengan alat Reproject layer (alat Processing pertama Anda).
  3. Seleksi atribut (B2). Cari petak jati bervolume di atas 150 m³/ha.
  4. Buffer sungai 25 m (alat kedua).
  5. Clip petak dan titik panas dengan buffer (alat ketiga: clip dipakai dua kali).
  6. Simbologi dan layout (B4), lalu ekspor ke PDF.

#Angka dari data latihan

Hasil yang dihitung Skrip 4.6 di QGIS 4.0.2 dengan data latihan:

PemeriksaanHasil
CRS titik panas kirimanEPSG:4326, satuan derajat
Titik panas setelah Reproject12 titik, EPSG:32749
Petak jati dengan volume lebih dari 150 m³/haG05, G06, G07
Luas buffer sungai 25 m29.435 m² (2,94 ha)
Petak yang tersentuh buffer10 petak
Luas petak di dalam buffer27.072 m² (2,71 ha)
Titik panas di dalam buffer6 dari 12

Luas petak di dalam buffer per petak (hasil Clip):

PetakJenisLuas di dalam buffer (m²)
A04Jati739
B01Mahoni1.300
B02Agroforestri5.736
B03Akasia5.663
B04Sengon203
G01Mahoni134
G02Sengon5.690
G03Jati558
G05Jati5.612
G06Jati1.438

Jawaban untuk Kepala Seksi: sekitar 2,71 hektare petak berada dalam 25 m dari sungai, dan 6 dari 12 titik panas jatuh di sana. Dua titik berada tepat di tepi: HS-007 berjarak 24,2 m dan HS-012 berjarak 24,7 m dari sungai, jadi hasil itu peka terhadap angka 25 m. [terbukti: dihitung di QGIS 4.0.2; jarak titik diperiksa terpisah dari geometri]

Pemeriksaan wajar: panjang sungai sekitar 549,5 m dikali lebar 50 m menghasilkan sekitar 27.475 m². Ujung bulat menambah sekitar 1.963 m², jadi total sekitar 29.438 m². Itu mendekati 29.435 m² dari QGIS.

Ilustrasi 6.3: Hasil proyek mini
Hasil ekspor Skrip 4.6: sempadan sungai 25 m, bagian petak di dalamnya, dan titik panas

#Bagian A: QGIS

#Bagian A: Proyek mini di QGIS

  1. Buat folder kerja KPH_Contoh_B4. Salin Petak_KPH.gpkg, Sungai_Jalan.gpkg, dan Hotspot_derajat.gpkg ke dalamnya.
  2. Proyek baru, atur CRS proyek ke EPSG:32749. Tambahkan ketiga data. Klik kanan Hotspot_derajat, buka Properties ► Information, dan catat CRS-nya (EPSG:4326).
  3. Buka Processing ► Toolbox. Cari Reproject layer. Isi Input layer dengan Hotspot_derajat, Target CRS dengan EPSG:32749, lalu klik Run. Layer hasil bernama Reprojected muncul (keluaran sementara). [CEK: nama bawaan] Ganti namanya menjadi Titik panas.
  4. Seleksi atribut: klik Select Features by Expression (ikon ε di toolbar). Tulis "Jenis" = 'Jati' AND "Volume_m3ha" > 150, lalu Select Features. Petak G05, G06, dan G07 terpilih.
  5. Cari Buffer di Toolbox. Input layer Sungai, Distance 25 meter, centang Dissolve result. Klik Run.
  6. Cari Clip. Input layer Petak_KPH, Overlay layer hasil buffer. Klik Run. Beri nama hasilnya Petak di dalam sempadan.
  7. Jalankan Clip lagi: Input layer Titik panas, Overlay layer hasil buffer. Buka tabel atribut hasilnya: ada 6 titik.
  8. Hitung luas: buka tabel atribut Petak di dalam sempadan, pakai kalkulator field dengan ekspresi area($geometry) untuk kolom baru. Fungsi ini menghitung luas datar dalam satuan CRS (meter persegi). Jumlahnya sekitar 27.072 m². [CEK: langkah antarmuka]
  9. Atur simbologi (buffer biru muda, hasil clip oranye, titik panas merah), lalu ikuti Bab 4 untuk layout dan Bab 5 untuk ekspor.
  10. Simpan proyek. Keluaran sementara akan hilang bila tidak disimpan. Untuk menyimpannya, klik kanan layer hasil dan pilih Export ► Save Features As….

Dengan skrip: Skrip 4.6 (skrip_4_6_jembatan.py) menjalankan seluruh alur dan mencetak angka di atas. Alat Processing dipanggil dengan processing.run. Potongannya:

PYTHON
sempadan = processing.run("native:buffer", {
    "INPUT": sungai, "DISTANCE": 25, "SEGMENTS": 16, "DISSOLVE": True,
    "OUTPUT": "memory:Sempadan"})["OUTPUT"]
hasil = processing.run("native:clip", {
    "INPUT": petak, "OVERLAY": sempadan, "OUTPUT": "memory:Petak_di_sempadan"})["OUTPUT"]

Nama native:buffer dan native:clip adalah nama dalam alat Processing. Pembahasan skrip yang lebih dalam menunggu seri Intermediate. Anda belum perlu menguasainya sekarang.

#Bagian B: ArcGIS Pro

#Bagian B: ArcGIS Pro

  1. Buka tab Analysis, lalu klik Tools untuk membuka panel Geoprocessing. Cari Buffer. [CEK]
  2. Isi Input Features dengan layer sungai, Output Feature Class dengan nama berkas keluaran, dan Distance dengan 25 meter. Pada Dissolve Type, pilih Dissolve all output features into a single feature. [CEK]
  3. Cari Clip (Analysis Tools ► Extract ► Clip). Input Features petak, Clip Features hasil buffer. [CEK]
  4. Secara bawaan, hasil alat ditulis ke geodatabase proyek. Pro juga menyediakan ruang kerja memori untuk hasil sementara. [CEK]

#Bagian C: ArcMap 10.8

#Bagian C: ArcMap 10.8

  1. Buka ArcToolbox ► Analysis Tools ► Proximity ► Buffer. Isi input, output, dan Distance 25 meter. Pada Dissolve Type, pilih ALL. [CEK]
  2. Buka ArcToolbox ► Analysis Tools ► Extract ► Clip. Isi Input Features dan Clip Features. [CEK]

#Ceklis kesiapan masuk Intermediate (I1)

Centang bila Anda sudah bisa melakukannya tanpa membuka buku. Bagian yang belum tercentang menunjuk bab yang perlu diulang.

KemampuanSeri dan bab
Menjelaskan beda vektor dan raster, serta GeoPackage dan ShapefileB1 Bab 3 dan 4
Mengenali CRS berderajat dan berunit meter, memilih zona UTM Indonesia, dan melakukan ReprojectB1 Bab 5
Menyimpan proyek dengan jalur relatif dan folder kerja rapiB1 Bab 6
Membuka tabel atribut, menyeleksi dengan ekspresi, dan menghitung kolomB2
Mewarnai layer menurut kategori dan angkaB4 Bab 1 dan 2
Memberi label berekspresi yang terbacaB4 Bab 3
Menyusun layout lengkap dan mengatur skalaB4 Bab 4
Mengekspor PDF atau PNG dan memeriksa ceklis standar petaB4 Bab 5
Menjalankan satu alat Processing (input, parameter, output)B4 Bab 6
Menamai berkas dan menyimpan data secara tertib (satu folder, tanpa spasi aneh, ada versi)B1 Bab 6, B4 Bab 5

Untuk setiap kemampuan yang belum ada, tulis satu kalimat: apa yang terasa sulit. Itu bahan belajar yang paling berguna.

#Apa yang menunggu di I1

Seri I1 melanjutkan geoprocessing lebih dalam. Anda akan bertemu:

  • Overlay: Intersect, Union, dan Difference untuk menumpuk layer.
  • Spatial join: menggabungkan atribut berdasarkan letak, misalnya menghitung titik panas per petak tanpa menghitung manual.
  • Dissolve: menggabungkan objek berdasarkan atribut, misalnya petak menjadi satu bidang per jenis.
  • Model otomatis (Graphical Modeler di QGIS, ModelBuilder di ArcGIS) untuk merangkai alat menjadi satu alur yang bisa diulang.

Di bab ini Anda menghitung titik panas per petak dengan membuka tabel. Di I1, pekerjaan itu menjadi satu klik.

#Cek paham

  1. Apa tiga bagian pola yang dimiliki setiap alat geoprocessing?
  2. Mengapa data berderajat harus diubah ke UTM sebelum memakai Buffer berjarak meter?
  3. Apa yang terjadi pada hasil alat yang tidak disimpan ke berkas?

Jawaban:

  1. Input, parameter, dan output.
  2. Jarak buffer memakai satuan CRS layer. Pada derajat, 25 berarti 25 derajat, bukan 25 meter.
  3. Hasilnya berupa layer sementara dan hilang bila proyek ditutup tanpa menyimpan.

#Kesalahan umum

  • Buffer berjarak 25 pada data berderajat. Peta tertutup bidang raksasa. Reproject ke UTM dulu.
  • Mengira Clip memperbarui kolom luas. Kolom Luas_ha tetap berisi angka lama. Hitung ulang luas dari geometri dengan area($geometry).
  • Lupa Dissolve pada buffer. Hasil buffer terdiri dari banyak bagian yang saling tumpang tindih, sehingga menjumlah luasnya menghasilkan angka berlebih. Centang Dissolve saat ingin satu bidang.
  • Mengandalkan layer sementara. Simpan hasil penting ke GeoPackage dengan nama yang jelas.
  • Menganggap hasil latihan sebagai fakta lapangan. Angka 2,71 hektare berasal dari data buatan dan jarak contoh 25 m.

#Ringkasan dan latihan

Ringkasan: geoprocessing = input, alat, output. Buffer membuat bidang di sekeliling objek, Clip memotong layer dengan bidang lain. Pastikan CRS berunit meter sebelum mengukur. Proyek mini menyatukan seri B1 sampai B4: data disiapkan, dianalisis ringan, digayakan, ditata, dan diekspor.

Latihan: ulangi proyek mini dengan jarak buffer 50 m. Tebak lebih dulu: bertambah atau berkurang jumlah titik panas yang masuk? Lalu jalankan dan catat jumlahnya. Ganti nilai JARAK_SEMPADAN di Skrip 4.6 bila Anda memakai skrip.

#Tabel perbandingan: geoprocessing dasar

TugasQGISArcGIS ProArcMap 10.8
Membuka alatProcessing ► ToolboxAnalysis ► Tools (panel Geoprocessing)ArcToolbox
Ubah CRS dataReproject layerProjectProject
BufferBuffer (Dissolve result)Buffer (Dissolve Type)Buffer (Dissolve Type)
ClipClipClipClip
Keluaran sementaraYa (layer memori)Bawaan ke geodatabase proyek [CEK]Bawaan ke berkas keluaran [CEK]