Lewati ke isi
Profil penulisSeri Buku GIS Kehutanan dan Pertanian/ B3

Glosarium

Glosarium ini memuat istilah teknis yang dipakai di buku ini, disusun menurut abjad. Bila Anda menemukan istilah yang belum jelas, cari di sini, lalu buka bab yang disebut di akhir tiap entri. Alur kerja (workflow): urutan langkah dari data mentah sampai hasil akhir. Hasil satu langkah menjadi bahan langkah berikutnya. Bab 7.

Arah lereng (aspect): arah yang dihadapi sebuah lereng, bernilai 0 sampai 360 derajat. Nilai 0 dan 360 sama-sama menghadap utara. Bab 3.

Aturan batas (range boundaries): keputusan apakah nilai yang tepat di batas kelas masuk kelas bawah atau kelas atas. Salah memilih aturan membuat nilai di batas masuk kelas yang keliru. Bab 5.

Band: satu lapis angka dalam raster. Foto berwarna punya tiga band. Bab 1.

Byte: tipe data bilangan bulat 0 sampai 255. Cocok untuk kode kelas yang kecil. Bab 5.

Cell (sel): sebutan ArcGIS untuk piksel. Ukuran piksel disebut cell size. Bab 1.

Clip (potong): menggunting raster dengan poligon atau dengan kotak. Bab 4.

CRS (coordinate reference system): sistem koordinat yang dipakai data. Periksa CRS sebelum menghitung luas atau lereng. Bab 1.

Cumulative count cut: mode batas nilai pada pengaturan kontras QGIS. Mode ini membuang sebagian kecil piksel terendah dan tertinggi. Bab 2.

Cutline: garis tepi poligon yang dipakai menggunting raster. Ini istilah di GDAL. Bab 4.

Data sintetis: data buatan penulis untuk latihan. Hasil analisisnya bukan kondisi lapangan sebenarnya. Pendahuluan.

DEM (Digital Elevation Model): raster yang tiap pikselnya menyimpan ketinggian permukaan tanah, umumnya dalam meter. Bab 3.

Derajat dan persen (degree and percent): dua cara menyatakan kemiringan lereng. Lereng 45 derajat sama dengan 100 persen. Bab 3.

DSM (Digital Surface Model): model yang mencatat tinggi permukaan paling atas, termasuk kanopi pohon dan atap. Bab 3.

DTM (Digital Terrain Model): model yang mencatat tinggi tanah gundul. Bab 3.

Ekstensi Spatial Analyst (Spatial Analyst extension): lisensi tambahan di ArcGIS untuk alat analisis raster. Di QGIS alat sejenis gratis. Pendahuluan, 3.

EPSG:32749: kode CRS untuk WGS 84 / UTM zona 49S. Semua data paket B3 memakai kode ini. Pendahuluan.

Extent: kotak terkecil yang membungkus sebuah data. Bab 4.

Filter (saring): pengaturan layer QGIS untuk menampilkan hanya fitur yang cocok dengan sebuah kueri, misalnya satu KPH. Bab 4.

Float (fungsi ArcGIS): fungsi yang mengubah bilangan bulat menjadi pecahan sebelum dihitung. Fungsi ini mencegah pembagian bilangan bulat. Bab 6.

Float32: tipe data bilangan pecahan. Cocok untuk ketinggian dan indeks. Bab 1.

Hillshade: gambar bayangan yang memperlihatkan bentuk bukit seakan disinari dari satu arah. Hillshade hanya bantuan visual, bukan data analisis. Bab 3.

Histogram: grafik sebaran nilai band. Grafik ini membantu mengatur peregangan kontras. Bab 2.

Identify Features (identifikasi): alat QGIS untuk menampilkan nilai piksel di titik yang diklik. Bab 1.

Indeks vegetasi (vegetation index): angka hasil rumus beberapa band untuk menonjolkan vegetasi. Bab 6.

Inframerah dekat (near-infrared, NIR): band cahaya yang tidak terlihat mata. Daun sehat memantulkan banyak cahaya ini. Di paket B3 ini band 4 (B08). Bab 2, 6.

Kelas: kode baru hasil reklasifikasi, biasanya bilangan bulat kecil seperti 1, 2, dan 3. Bab 5.

Kemiringan lereng (slope): seberapa curam permukaan, dalam derajat atau persen. Nilainya dihitung dari selisih tinggi antar-piksel bertetangga. Bab 3.

Komposit warna (RGB composite): gambar berwarna dari tiga band yang disalurkan ke merah, hijau, dan biru. Bab 2.

Komposit warna asli (true color): komposit dengan band merah ke lampu merah, hijau ke hijau, dan biru ke biru. Resepnya 3-2-1. Bab 2.

Komposit warna palsu (false color): komposit yang memakai band lain, misalnya inframerah dekat ke lampu merah. Resepnya 4-3-2, dan vegetasi tampak merah terang. Bab 2.

Kontur (contour): garis yang menghubungkan titik berketinggian sama. Garis rapat berarti lereng curam. Bab 3.

KPH (kesatuan pengelolaan hutan): wilayah kelola hutan. Di buku ini "KPH Contoh" adalah kantor fiktif dengan tiga area: Alpha, Beta, dan Gamma. Pendahuluan.

Luas kelas: jumlah piksel suatu kelas dikali luas satu piksel. Bab 5.

Mask (masker): poligon yang menentukan bagian raster mana yang dipertahankan saat memotong. Bab 4.

Merge: alat QGIS yang, bila opsi band terpisah dicentang, menumpuk beberapa raster menjadi satu raster multiband. Bab 2.

ModelBuilder: fitur ArcGIS untuk merangkai beberapa alat menjadi satu alur yang bisa diulang. Bab 7.

Multiband (raster multiband): satu berkas raster dengan beberapa band, hasil penumpukan (stack). Bab 2.

NDVI (Normalized Difference Vegetation Index): indeks vegetasi yang paling umum. Rumusnya (NIR - Merah) / (NIR + Merah), dan hasilnya berkisar -1 sampai 1. Bab 6.

NoData: penanda piksel tanpa nilai. NoData berbeda dari nol, karena nol adalah angka yang sah. Bab 1, 4.

Pantulan (reflectance): bagian cahaya yang dipantulkan permukaan. Bab 6.

Pembagian bilangan bulat (integer division): pembagian dua bilangan bulat yang hasilnya dibulatkan menjadi bilangan bulat, misalnya 3 dibagi 2 menjadi 1. Bab 6.

Pembungkusan nilai (wrap-around): selisih negatif pada bilangan tanpa tanda yang berubah menjadi angka sangat besar. Akibatnya NDVI bisa melebihi 1. Bab 6.

Pemeriksaan silang (cross-check): membandingkan hasil dengan sumber lain untuk memastikan benar. Bab 7.

Peregangan kontras (contrast stretch): pengaturan rentang angka yang ditampilkan dari gelap sampai terang. Peregangan hanya mengubah tampilan, bukan angka. Bab 2.

Piksel (pixel): kotak terkecil dalam raster; tiap kotak menyimpan satu angka. Bab 1.

Piramida (pyramids): salinan raster beresolusi rendah supaya citra besar tampil cepat. Bab 1.

Processing Toolbox: panel QGIS yang memuat alat pengolahan data, seperti Hillshade, Slope, dan Reclassify by table. Bab 3.

Python Console: jendela QGIS tempat Anda menjalankan skrip Python. Bab 1.

Raster: data berupa kertas berpetak. Tiap petak (piksel) menyimpan satu angka. Bab 1.

Raster calculator (kalkulator raster): alat hitung antar-raster, piksel demi piksel. Bab 6.

Reklasifikasi (reclassify): mengganti nilai raster berdasarkan tabel aturan. Proses ini satu arah, jadi simpan raster asli. Bab 5.

Rentang (range): batas bawah dan batas atas nilai lama dalam tabel reklasifikasi. Bab 5.

Resolusi (resolution): sisi piksel di lapangan. Di paket B3, 2 m berarti satu piksel mewakili 2 m x 2 m. Bab 1.

Sentinel-2: satelit yang penamaan bandnya (B02, B03, B04, B08) dipinjam oleh paket data B3. Isi data B3 sendiri sintetis. Pendahuluan.

Singleband pseudocolor: mode tampilan QGIS yang memberi warna pada satu band menurut deretan warna. Bab 3.

Statistik zonal (zonal statistics): ringkasan nilai raster, misalnya rata-rata, di dalam tiap poligon. Bab 6.

Tipe data (data type): jenis angka yang disimpan raster, misalnya bilangan bulat atau pecahan. Tipe data menentukan apakah hasil hitungan bisa berkoma. Bab 1.

UInt16: tipe data bilangan bulat tanpa tanda minus dari 0 sampai 65.535. Bab 1.

UTM (Universal Transverse Mercator): sistem koordinat berunit meter. Cocok untuk menghitung luas dan lereng. Pendahuluan, 3.

VRT (virtual raster): berkas penunjuk kecil yang tidak menyalin data. Berkas ini dibuat oleh Build virtual raster. Bab 2.

Z factor: pengali yang menyamakan satuan tinggi dengan satuan mendatar saat menghitung lereng. Pada DEM berkoordinat meter dengan tinggi dalam meter, nilainya 1. Bab 3.