Lewati ke isi
Profil penulisSeri Buku GIS Kehutanan dan Pertanian/ M1

Glosarium

Glosarium ini menjelaskan istilah teknis yang dipakai di buku, urut abjad. Bila Anda menemukan istilah yang belum dikenal, carilah di sini lalu buka bab yang disebut di akhir tiap entri.

Akurasi keseluruhan (overall accuracy): persentase titik lapangan yang kelasnya sama dengan kelas hasil klasifikasi citra. Di buku ini dihitung dari jumlah titik cocok dibagi jumlah seluruh titik. Bab 2.

ArcPy: paket Python milik ArcGIS untuk mengotomatiskan pekerjaan di ArcGIS Pro (Python 3) dan ArcMap (Python 2.7). Sebelum Mulai, Bab 1.

Atlas: fitur Print Layout QGIS yang membuat satu halaman peta untuk setiap fitur pada layer cakupan, misalnya satu halaman per KPH. Padanannya adalah Map Series di ArcGIS Pro dan Data Driven Pages di ArcMap. Bab 6.

Atribusi (attribution): pencantuman sumber data atau citra pada hasil kerja Anda. Citra EOX wajib diberi atribusi yang terlihat di mana pun ia ditampilkan. Bab 1.

Attachment (lampiran): jenis isian untuk menyimpan foto pada titik survei. Di QGIS berupa Widget Type Attachment, di ArcGIS lewat Enable Attachments. Bab 2.

Bare earth (tanah murni): permukaan tanah tanpa pohon dan bangunan. Dalam point cloud, ini berupa titik berkelas 2 (Ground). Bab 4.

Canopy Height Model (CHM): raster tinggi pohon, diperoleh dengan mengurangkan DTM dari DSM. Tanah kosong bernilai 0. Bab 3.

Citra komposit (composite image): citra gabungan beberapa band yang dipakai sebagai bahan segmentasi. Bab 5.

Classify ground points (klasifikasi titik tanah): alat QGIS 4.0 ke atas yang menandai titik tanah pada point cloud yang belum terklasifikasi, berbasis algoritma SMRF. Hasilnya terbatas pada fotogrametri drone di hutan lebat. Bab 4.

Clipping (pemotongan): memotong citra atau layer sesuai batas poligon. Di Bab 1 pemotongan dilakukan dengan alat GDAL atau Extract by Mask. Pendahuluan, Bab 1.

COG (Cloud-Optimized GeoTIFF): format citra yang tersusun agar bisa dibaca sebagian dari server cloud. Anda hanya menarik piksel yang tampil di layar. Pendahuluan, Bab 1.

Conditional Branch (percabangan bersyarat): algoritma di Graphical Modeler QGIS yang menjalankan langkah berikutnya hanya bila syarat terpenuhi, misalnya bila jumlah titik panas lebih dari 0. Bab 6.

CRS (Coordinate Reference System): sistem koordinat suatu peta atau layer. Perhitungan luas dan jarak yang akurat memerlukan CRS berbasis meter, seperti UTM, bukan derajat. Bab 1.

Data Driven Pages: fitur ArcMap yang membuat satu halaman layout untuk setiap fitur pada layer indeks; padanan Atlas di QGIS. Bab 6.

Data latih (training data): poligon yang sudah Anda beri label kelas, dipakai untuk mengajari model machine learning. Buku menyarankan sekitar 30 sampai 50 poligon. Bab 5.

Data sintetis (synthetic data): data contoh buatan untuk latihan di buku ini. Hasil analisisnya bukan kondisi lapangan nyata. Sebelum Mulai.

Domain: daftar nilai sah untuk sebuah field di geodatabase ArcGIS, sehingga surveyor hanya memilih isian yang diizinkan. Padanan Value Map di QGIS. Bab 2.

DSM (Digital Surface Model): model elevasi yang merekam permukaan teratas, yaitu pucuk pohon sekaligus permukaan tanah. Bab 3.

DTM (Digital Terrain Model): model elevasi yang hanya merekam tanah murni. Bisa dibuat dari titik tanah point cloud. Bab 3, 4.

Ekstensi (extension): tambahan berlisensi di ArcGIS, misalnya Spatial Analyst, 3D Analyst, atau Image Analyst. Sebagian alat hanya jalan bila ekstensinya tersedia. Pendahuluan.

EPSG: kode angka yang menamai sebuah CRS. Contohnya EPSG:4326 untuk WGS 84 dalam derajat dan EPSG:32749 untuk WGS 84 / UTM zone 49S. Bab 1.

Expression Builder (pembuat ekspresi): jendela QGIS untuk menulis ekspresi, misalnya teks dinamis pada label laporan atlas. Bab 6.

Field Maps (ArcGIS Field Maps): aplikasi lapangan Esri untuk pengumpulan data di ponsel. Ia hanya mengedit layer yang di-host di ArcGIS Online atau Enterprise. Bab 2.

Focal Statistics: alat ArcGIS yang menghitung statistik pada lingkungan di sekitar tiap sel. Dengan statistik MAXIMUM, alat ini dipakai untuk mencari pucuk pohon. Bab 3.

GDAL: pustaka pengolah data spasial yang menyediakan algoritma native untuk memotong dan mengolah raster di QGIS. Pendahuluan, Bab 1.

GeoPackage (.gpkg): format berkas data spasial yang ringan dan menjadi pengganti modern Shapefile. Dipakai untuk menyimpan titik survei. Bab 2.

Graphical Modeler: alat QGIS untuk menyusun langkah pemrosesan menjadi model berupa diagram, termasuk dengan percabangan. Padanannya di ArcGIS adalah ModelBuilder. Bab 6.

Ground-truthing (validasi lapangan): mencocokkan hasil analisis citra dengan kondisi nyata di lapangan. Bab 2.

Hosted feature layer: layer yang diterbitkan ke ArcGIS Online atau Enterprise, sehingga dapat diedit di Field Maps. Bab 2.

Image service: citra yang disajikan server dan ditampilkan di peta tanpa menyalin seluruh datanya. Ini alternatif terdekat STAC di ArcMap. Bab 1.

KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan): wilayah pengelolaan hutan. Di buku, batas KPH dipakai sebagai area kajian dan sebagai layer cakupan laporan. Bab 6.

LAS dataset: rujukan di ArcGIS ke satu atau banyak berkas point cloud (.las, .zlas, atau .laz). Dibuat dengan alat Create LAS Dataset. Bab 4.

LiDAR: pemindaian dengan laser yang menghasilkan point cloud. Sebagian titiknya dapat menembus sela kanopi hingga ke tanah. Bab 4.

Local maxima (maksimum lokal): titik tertinggi pada tiap gundukan kanopi di CHM. Tiap titik dianggap satu pucuk pohon. Bab 3.

Machine learning (pembelajaran mesin): cara komputer belajar dari contoh berlabel agar bisa menentukan kelas objek baru, misalnya sawit atau akasia. Bab 5.

Map Series: fitur layout ArcGIS Pro yang membuat satu halaman untuk setiap fitur pada layer indeks; padanan Atlas di QGIS. Bab 6.

Mergin Maps: alternatif QFieldSync untuk menyinkronkan proyek QGIS ke perangkat seluler. Bab 2.

ModelBuilder: alat ArcGIS untuk menyusun model pemrosesan. Percabangan dibuat dengan nilai Boolean yang dipasang sebagai precondition. Bab 6.

Native (bawaan): algoritma yang ada di dalam QGIS atau GDAL tanpa plugin pihak ketiga. Algoritma native umumnya lebih cepat dan lebih stabil. Pendahuluan.

NDVI (Normalized Difference Vegetation Index): indeks kehijauan vegetasi, dihitung dari band inframerah dekat (NIR) dan merah: (NIR - Red) / (NIR + Red). Bab 1.

NoData: sel raster yang tidak memiliki nilai. Pada pencarian pucuk pohon, sel yang bukan puncak menjadi NoData. Bab 3.

OBIA (Object-Based Image Analysis): klasifikasi yang memecah citra menjadi objek poligon lebih dulu, bukan menggolongkan piksel satu per satu. Hasilnya tidak "bercak-bercak". Bab 5.

Ortofoto (orthophoto): foto udara dari drone yang sudah dikoreksi sehingga dapat dipakai sebagai peta. Di Bab 3 dipakai dalam bentuk ubin. Bab 3.

OTB (Orfeo ToolBox): perangkat pengolah citra yang dipasang terpisah dari QGIS. Dipakai untuk segmentasi dan Random Forest di Bab 5. Sebelum Mulai, Bab 5.

OTF Projection (on-the-fly projection): fitur QGIS yang menyelaraskan tampilan layer ke CRS proyek secara otomatis, tanpa membuat berkas baru. Bab 1.

PDAL: pustaka pengolah point cloud yang dipakai alat point cloud QGIS. Alat itu memerlukan PDAL versi 2.5.0 atau lebih baru. Sebelum Mulai, Bab 4.

Plugin: tambahan yang dipasang ke QGIS lewat Plugins > Manage and Install Plugins, misalnya STAC API Browser dan QFieldSync. Sebelum Mulai, Bab 1.

Point cloud (awan titik): kumpulan titik berkoordinat 3D hasil LiDAR atau fotogrametri, biasanya berformat .las atau .laz. Bab 4.

Precondition (prasyarat): syarat berupa nilai Boolean yang harus True agar sebuah alat di ModelBuilder berjalan. Bab 6.

Proyeksi ulang (reprojection): mengubah data dari satu CRS ke CRS lain, misalnya dari derajat ke UTM. Di ArcGIS memakai Project atau Project Raster. Bab 1.

PyQGIS: antarmuka Python untuk QGIS. Python Console bawaan QGIS dipakai untuk mengotomatiskan tugas berulang. Pendahuluan.

QField: aplikasi lapangan untuk ponsel yang membuka proyek QGIS. Tim lapangan dapat mengisi data tanpa sinyal, lalu menyinkronkannya saat ada internet. Bab 2.

QFieldCloud: layanan cloud untuk menyinkronkan proyek QField. Ia punya paket gratis dengan batas penyimpanan dan paket berbayar. Sebelum Mulai, Bab 2.

QFieldSync: plugin QGIS yang mengemas proyek menjadi paket untuk QField lewat Package for QField. Bab 2.

QgsTask: kelas PyQGIS untuk menjalankan pemrosesan di latar belakang, sehingga QGIS tidak hang saat memproses banyak ubin. Bab 3.

Random Forest (hutan acak): algoritma machine learning yang memakai banyak pohon keputusan. Di ArcGIS padanannya Train Random Trees Classifier. Bab 5.

Raster Calculator (kalkulator raster): alat untuk menghitung nilai raster dengan ekspresi, misalnya NDVI atau CHM (DSM dikurangi DTM). Bab 1, 3.

Resampling (pengambilan sampel ulang): metode menentukan nilai piksel baru saat raster diproyeksikan ulang. Untuk data kategorikal pilih Nearest atau Majority; untuk data kontinu pilih Bilinear atau Cubic. Bab 1.

Salt and pepper noise (noise bercak-bercak): hasil klasifikasi piksel tradisional yang tampak berbintik. OBIA mengurangi masalah ini. Bab 5.

Segmentasi (segmentation): memecah citra menjadi objek poligon berdasarkan kemiripan warna dan tekstur, misalnya dengan Large-Scale Mean-Shift di OTB atau Segment Mean Shift di ArcGIS. Bab 5.

Shapefile: format data vektor lama yang digantikan GeoPackage sebagai wadah data lapangan. Bab 2.

SMRF (Simple Morphological Filter): algoritma klasifikasi titik tanah yang dipakai Classify ground points. Dirancang untuk LiDAR udara, dan parameternya perlu disetel sesuai medan. Bab 4.

Spatial Join (gabung spasial): menarik atribut poligon ke titik yang berada di dalamnya. Dipakai untuk memvalidasi titik lapangan dan, di ArcGIS, menghitung titik panas per KPH. Bab 2, 6.

STAC (Spatiotemporal Asset Catalog): standar modern pencarian data spasial. Dengan STAC Anda mencari dan memanggil citra dari katalog di cloud tanpa mengunduhnya. Pendahuluan, Bab 1.

Tegakan (stand): kumpulan pohon di suatu area. Jumlah tegakan dihitung dari pucuk pohon pada CHM. Bab 3.

Teks dinamis (dynamic text): teks pada layout yang isinya berubah mengikuti fitur pada halaman aktif, misalnya nama dan luas KPH. Bab 6.

Triangulasi (TIN): metode membuat permukaan dari titik-titik dengan menghubungkannya menjadi segitiga. Dipakai untuk mengekspor titik tanah menjadi DTM. Bab 4.

Ubin (tile): potongan kecil dari citra besar. Citra drone sering terbagi menjadi banyak ubin yang diproses satu per satu. Bab 3.

UTM (Universal Transverse Mercator): sistem proyeksi berbasis meter yang dibagi menjadi zona. Nomor zona dihitung dari bujur, dengan belahan Utara (N) atau Selatan (S). Bab 1.

Value Map: jenis widget formulir QGIS yang membatasi isian pada pilihan baku, misalnya Sehat, Terserang Hama, atau Tebangan Liar. Bab 2.

/vsicurl/ (GDAL VSI): awalan pada alamat citra agar GDAL membaca berkas langsung dari server tanpa mengunduhnya utuh. GDAL hanya menarik piksel yang diperlukan. Bab 1.

XYZ Tiles: layanan peta dasar berupa ubin gambar yang dimuat lewat panel Browser QGIS tanpa plugin tambahan. Bab 1.

Zonal Statistics: alat yang menghitung statistik raster, seperti rata-rata dan deviasi standar, untuk tiap poligon. Hasilnya menjadi fitur objek bagi machine learning. Bab 5.