Glosarium
Glosarium ini memuat istilah teknis yang dipakai di buku Seri M4. Cari istilah menurut abjad, lalu buka bab yang tertera bila Anda ingin membaca penjelasan lengkapnya.
3D (tiga dimensi): peta yang diberi sumbu tinggi, sehingga bukit dan tajuk tampak sebagai bentuk yang bisa diputar. Bab 5.
Add-in (add-in): paket tambahan yang menambah menu atau tombol di aplikasi. Di ArcGIS Pro dibuat dengan .NET, di ArcMap dengan Python. Bab 1, 6.
Alat geoprocessing (geoprocessing tool): alat analisis di ArcGIS yang muncul di panel Geoprocessing. Dibuat dengan Python lewat Python toolbox atau script tool. Bab 1.
@alg (dekorator): cara ringkas menulis Processing script untuk alat sederhana, tanpa kelas yang panjang. Bab 2.
Algoritma Processing (Processing algorithm): alat di QGIS yang punya parameter dan keluaran. Alat jenis ini bisa dipakai di Toolbox, Modeler, mode batch, dan Python. Bab 2.
ArcGIS Dashboards (ArcGIS Dashboards): tempat membuat dasbor interaktif di ArcGIS Online dan ArcGIS Enterprise. Bab 4.
ArcScene (ArcScene): aplikasi 3D terpisah di ArcMap, bagian dari ekstensi 3D Analyst. Bab 5.
Atribusi (attribution): pencantuman sumber peta dasar milik pihak lain, sesuai syaratnya. Bab 3.
Atribut (attribute): data yang menempel pada sebuah objek, misalnya nama KPH atau jenis tanaman. Bab 3.
[CEK] (tanda cek): penanda bahwa sebuah langkah belum diuji penulis. Cocokkan dengan perangkat Anda dan laporkan bila ada beda. Pendahuluan.
Changelog (changelog): catatan perubahan pada tiap versi alat. Bab 6.
classFactory (classFactory): fungsi pintu masuk plugin di __init__.py. QGIS memanggilnya saat memuat plugin. Bab 1.
CRS (coordinate reference system): sistem koordinat tempat posisi objek dinyatakan. Titik dan petak harus memakai CRS yang sama sebelum dibandingkan. Bab 2, 3.
Dasbor (dashboard): satu layar yang merangkum angka, grafik, dan peta untuk satu pertanyaan. Bab 4.
Dasbor statis (static dashboard): dasbor yang dibuat sekali dari data tertentu. Angkanya tidak berubah bila data berubah, jadi skrip harus dijalankan ulang. Bab 4.
Data Driven Pages (Data Driven Pages): fitur ArcMap yang disebut buku ini, bersama layout, untuk menghasilkan ringkasan PDF. Bab 4.
DataPlotly (DataPlotly): plugin QGIS untuk membuat grafik. Bab 4.
Data sintetis (synthetic data): data buatan untuk latihan. Hasilnya bukan kondisi lapangan sebenarnya. Bab 4, 6.
DSM (digital surface model): raster tinggi permukaan, termasuk tajuk pohon dan bangunan. Bab 5.
Feedback (feedback): saluran untuk mengirim kemajuan dan pesan dari alat ke pengguna. Bab 2.
Filter (filter): kontrol untuk menyaring tampilan dasbor, misalnya memilih satu KPH. Bab 4.
GeoJSON (GeoJSON): berkas teks berisi objek dan atribut. Cocok untuk data kecil yang ditaruh bersama halaman web. Bab 3.
Grafik tren (trend chart): garis yang menunjukkan perubahan menurut waktu. Bab 4.
iface (interface): "remote control" yang diberikan QGIS ke plugin untuk mengatur menu, tombol, dan pesan. Bab 1.
Indeks spasial (spatial index): indeks yang mempercepat pencarian titik di dalam poligon. Bab 2.
Indikator (indicator): satu angka besar yang penting di dasbor, misalnya total titik panas. Bab 4.
initGui (initGui): metode plugin yang membuat tombol dan menu. Pasangannya adalah unload. Bab 1.
Jalan sarad (skidding road): jalan untuk mengeluarkan kayu. Bab 5.
Kerapatan titik panas (hotspot density): jumlah titik panas dibagi luas petak dalam hektare. Satuannya titik per hektare. Bab 2, 4.
KPH Contoh: kantor pengelola hutan fiktif tempat semua cerita di buku ini terjadi. Isinya KPH Alpha, KPH Beta, dan KPH Gamma. Pendahuluan.
Layanan peta (map service): peta yang dilayani server dan bisa dipakai lewat jaringan. Bab 3.
Layout (layout): tata letak peta untuk dicetak atau diekspor ke PDF. Ini bukan dasbor, karena tidak interaktif. Bab 4.
Leaflet (Leaflet): pustaka JavaScript untuk menggambar peta di browser. Bab 3.
LiDAR (LiDAR): sumber point cloud, yaitu titik-titik tiga dimensi dari hasil survei. Bab 5.
Lisensi (license): aturan yang menyatakan apa yang boleh dilakukan orang lain dengan alat Anda. Bab 6.
Mesh (mesh, jaring): permukaan yang tersusun dari segitiga yang saling menempel. Bab 5.
metadata.txt (metadata.txt): kartu identitas plugin yang memuat nama, versi, penulis, dan bidang wajib lain. Bab 1.
Nomor versi (version number): tiga angka mayor.minor.tambal, misalnya 0.1.0. Mayor naik bila pemakaian lama tidak cocok, minor bila ada fitur baru, tambal bila hanya memperbaiki kesalahan. Bab 6.
OBJ (.obj): format berkas model 3D yang bisa dibuka di aplikasi lain, misalnya Blender. Bab 5.
Objek (feature): satu unit data di layer vektor, misalnya satu petak atau satu titik. Bab 1.
Parameter (parameter): isian formulir sebuah alat, misalnya layer masukan atau angka batas. Bab 2.
Petak: unit kerja berukuran 100 x 100 m (1 hektare) di KPH Contoh. Ada 16 petak. Pendahuluan.
Plugin (plugin): folder berisi kode Python yang dikenali QGIS, lalu muncul sebagai menu atau tombol. Bab 1.
Plugin Builder dan Plugin Reloader: dua plugin bantu pengembang. Yang pertama membuat kerangka plugin, yang kedua memuat ulang plugin tanpa menutup QGIS. Bab 1.
Point cloud (point cloud): kumpulan titik berkoordinat x, y, z dari LiDAR. Bab 5.
Popup (popup): jendela info yang muncul saat objek di peta web diklik. Bab 3.
Portal (portal): ArcGIS Online atau ArcGIS Enterprise, tempat ArcGIS Pro menerbitkan layer. Bab 3.
Processing script: berkas Python yang mendaftarkan algoritma baru ke Processing Toolbox QGIS. Bab 2.
Processing Toolbox: panel QGIS tempat alat Processing, termasuk script Anda, ditampilkan. Bab 2.
Python Add-In Wizard: alat bantu di ArcMap yang membuat kerangka add-in Python dan berkas config.xml. Bab 1.
Python toolbox (.pyt): berkas Python di ArcGIS yang memuat kelas Toolbox dan kelas alat. Bab 1.
qgis2web: plugin QGIS yang mengekspor proyek menjadi peta web Leaflet atau OpenLayers berupa berkas statis. Bab 3.
qgis_process: perintah baris perintah untuk menjalankan algoritma Processing tanpa membuka jendela QGIS. Bab 2.
QGIS Server: layanan yang menyajikan proyek QGIS sebagai WMS, WFS, dan layanan lain. Bab 3.
QgsProcessingAlgorithm: kelas induk semua algoritma Processing. Bab 2.
Raster (raster): data berbentuk kotak-kotak bernilai. Di bab ini rasternya menyimpan tinggi, misalnya DSM. Bab 5.
Repositori (repository): tempat menyimpan dan menerbitkan kode atau paket. Bab 6.
Rilis (release): versi alat yang sudah diuji, diberi nomor, dan dikemas untuk dipakai orang lain. Bab 6.
Scene (scene): tampilan 3D di ArcGIS Pro. Bisa berupa scene lokal untuk area kecil atau scene global. Bab 5.
Script tool (script tool): alat ArcGIS yang menjalankan berkas Python. Padanan terdekat Processing script. Bab 1, 2.
Server lokal (local server): server yang hanya bisa dibuka dari komputer Anda sendiri lewat alamat 127.0.0.1. Aman untuk latihan. Bab 3.
Sink (sink): tempat keluaran alat ditulis. Pengguna memilih layer sementara atau berkas. Bab 2.
Skala vertikal (vertical scale): pengali tinggi supaya bentuk landai terlihat jelas. Nilainya harus selalu ditulis. Bab 5.
Terrain (terrain): permukaan dasar 3D yang dibentuk dari raster tinggi. Bab 5.
Titik panas (hotspot): titik yang menandai lokasi panas pada data latihan. Dihitung per petak dan per hari. Bab 2, 4.
Tracker (tracker): tempat pengguna melaporkan masalah pada alat Anda. Bab 6.
Ubin (tile): kepingan gambar peta kecil bernomor x, y, dan zoom. Sangat cepat untuk peta dasar. Bab 3.
unload (unload): metode plugin yang membersihkan menu dan tombol saat plugin dimatikan. Bab 1.
UTM (Universal Transverse Mercator): sistem koordinat terproyeksi dalam meter. Data latihan memakai WGS 84 / UTM zona 49S (EPSG:32749). Pendahuluan, 3.
Web layer (web layer): layer yang diterbitkan dari ArcGIS Pro ke portal. Web feature layer mendukung kueri, tampilan, dan penyuntingan. Bab 3.
Web map (web map): peta yang digambar di dalam browser memakai data yang dikirim lewat internet atau jaringan. Bab 3.
Web Mercator (EPSG:3857): sistem koordinat yang dipakai ubin web. Data UTM harus diubah dulu sebelum ke web. Bab 3.
WFS (Web Feature Service): layanan yang mengirim objek beserta atribut. Lebih berat, tetapi bisa difilter dan dianalisis. Bab 3.
WMS (Web Map Service): layanan yang mengirim gambar peta jadi. Ringan, tetapi atribut tidak bisa ditanya. Bab 3.
ZIP, Install from (Install from ZIP): pilihan di Plugin Manager untuk memasang plugin dari berkas zip. Isi zip harus berupa satu folder. Bab 6.