Glosarium
Glosarium ini memuat istilah teknis yang dipakai di buku Seri M2. Istilah diurutkan menurut abjad, dan angka di ujung tiap entri menunjuk bab tempat istilah itu pertama kali dijelaskan.
AHP (analytic hierarchy process): cara menurunkan bobot kriteria dari perbandingan berpasangan antarkriteria. Hasilnya diperiksa dengan rasio konsistensi. Bab 6.
Akumulasi aliran (flow accumulation): jumlah sel hulu yang mengalir lewat sebuah sel. Sel dengan angka besar membentuk alur sungai. Bab 4.
Ambang sungai (stream threshold): batas akumulasi yang menentukan sel mana disebut sungai. Pada piksel 10 m, ambang 500 sel berarti alur yang menampung minimal 5 ha. Bab 4.
Analisis jaringan (network analysis): perhitungan perjalanan menyusuri jalan, bukan melintas bebas. Hasilnya berupa rute dan area layanan. Bab 3.
Analisis kepekaan (sensitivity analysis): mencoba bobot lain untuk melihat apakah kesimpulan berubah. Bab 6.
Arah aliran (flow direction): ke tetangga mana tiap sel mengalirkan air. Metode D8 memakai delapan arah. Bab 4.
Area layanan (service area): bagian jaringan yang bisa dicapai dari satu titik dengan biaya tertentu, misalnya jarak 500 m. Bab 3.
Biaya (cost): ongkos melewati satu ruas jaringan, bisa berupa panjang (meter) atau waktu (detik). Bab 3.
Bobot (weight): tingkat kepentingan satu kriteria dibanding kriteria lain; jumlah semua bobot adalah 1. Bab 6.
Buffer: sabuk dengan lebar tertentu di sekeliling objek. Di Bab 2 dipakai untuk mencari bagian petak yang berada dalam 50 m dari jalan. Bab 2.
Cadangan (backup): salinan data untuk memulihkan gudang bila terjadi kerusakan. Cadangan yang belum pernah dicoba dipulihkan belum bisa disebut cadangan. Bab 7.
CHECK: pembatas di basis data yang menolak nilai yang tidak wajar, misalnya tahun tanam 3022. Bab 1.
CTE (common table expression): tabel sementara di dalam satu kueri, dipakai untuk menggabungkan beberapa bahan menjadi satu hasil. Bab 7.
D8: metode arah aliran dengan delapan arah; tiap sel mengalir ke satu tetangga yang paling curam menurun. Bab 4.
DAS (daerah aliran sungai; watershed): seluruh area yang mengalir ke satu titik keluar. Bab 4.
DB Manager: jendela di QGIS untuk melihat tabel, mengetik SQL, dan memuat hasilnya sebagai layer. Bab 1.
DBSCAN: cara mengelompokkan titik yang berdekatan, dijalankan dengan fungsi ST_ClusterDBSCAN. Titik yang terpencil tidak masuk kelompok mana pun. Bab 2.
DEM (digital elevation model): model tinggi permukaan berbentuk raster. Di buku ini berpiksel 10 m. Pendahuluan.
Dijkstra: algoritma yang mencari rute dengan biaya total paling kecil, dijalankan dengan fungsi pgr_dijkstra. Bab 3.
Dissolve (peleburan): menggabung poligon yang nilai atributnya sama menjadi satu bidang. Di SQL dikerjakan dengan ST_Union. Bab 2.
Domain: aturan nilai di geodatabase Esri. Padanannya di PostGIS adalah pembatas seperti CHECK dan FOREIGN KEY. Bab 1.
Ekstensi (extension): tambahan pada PostgreSQL, misalnya PostGIS dan pgRouting. Ekstensi harus dibuat dulu di basis data tujuan. Bab 1.
EXPLAIN: perintah untuk melihat cara server menjalankan sebuah kueri. Bab 2.
Feature dataset: wadah di dalam geodatabase tempat feature class jalan disalin sebelum dibuat menjadi network dataset di ArcGIS Pro. Bab 3.
Foreign key (kunci asing): pembatas yang memaksa nilai sebuah kolom ada dalam tabel acuan, misalnya jenis tegakan harus ada di daftar. Bab 1.
Geodatabase perusahaan (enterprise geodatabase): gagasan Esri untuk basis data spasial di server, dengan fitur tambahan seperti domain, subtipe, dan penyuntingan berversi. Bab 1.
GRASS: penyedia alat di QGIS yang dipakai untuk hidrologi, misalnya r.watershed. Penyedia ini harus aktif di instalasi Anda. Bab 4.
Hak akses: aturan siapa boleh membaca dan siapa boleh mengubah data. Bab 7.
Hidrologi DEM: cara menebak aliran air dari tinggi tanah, dengan aturan bahwa air mengalir ke tetangga yang paling curam menurun. Bab 4.
IDW (inverse distance weighting): interpolasi dengan bobot berbanding terbalik dengan jarak, dipangkatkan p. Makin besar p, makin dekat titik makin dominan. Bab 5.
Indeks spasial (spatial index): daftar isi yang membuat pencarian berdasarkan lokasi cepat. Bab 1.
Interpolasi (interpolation): menebak nilai di tempat yang tidak diukur dari nilai di tempat yang diukur. Bab 5.
Jaringan (graf; network): kumpulan simpul dan ruas. Syarat utamanya, ruas harus bersambung di simpul. Bab 3.
Jejak perubahan (audit): catatan siapa mengubah apa dan kapan. Bab 7.
Kendala (constraint, pada kesesuaian lahan): syarat mutlak yang mencoret lokasi apa pun skornya, misalnya jarak 30 m atau kurang dari sungai. Bab 6.
Kesesuaian lahan multi-kriteria: penilaian lahan dengan memberi skor tiap kriteria, mengalikannya dengan bobot, menjumlahkannya, lalu mencoret lokasi yang terkena kendala. Bab 6.
Komponen terhubung (connected component): bagian jaringan yang semua simpulnya saling terhubung. Bila ada dua komponen atau lebih, ada jalan yang terputus. Bab 3.
KPH Contoh: kantor pengelola hutan fiktif, tempat semua studi kasus di buku ini terjadi. Pendahuluan.
Kriging: tebakan berbobot yang bobotnya dihitung dari pola kemiripan antartitik (semivariogram). Bab 5.
Kunci utama (primary key): kolom yang menandai tiap baris tabel secara unik. Di contoh bab ini bernama gid. Bab 1.
LATERAL: kata kunci SQL yang membuat subkueri dijalankan sekali untuk tiap baris, misalnya untuk mencari pos terdekat bagi tiap titik panas. Bab 2.
LEFT JOIN: penggabungan tabel yang mempertahankan semua baris tabel kiri, sehingga petak tanpa kejadian tetap muncul dengan hitungan nol. Bab 2.
Lubang (sink): sel yang lebih rendah dari semua tetangganya, sehingga air terjebak. Lubang diisi sebelum aliran dihitung. Bab 4.
Network Analyst: ekstensi ArcGIS Pro dan ArcMap untuk analisis jaringan. Ekstensi ini memerlukan network dataset. Bab 3.
Network dataset (kumpulan data jaringan): bentuk jaringan yang dibaca ArcGIS Pro dan ArcMap, dibuat dari feature class jalan. Bab 3.
NoData: sel raster yang dianggap tidak bernilai. Bila satu masukan kalkulator GDAL berisi NoData di sebuah sel, hasil di sel itu ikut NoData. Bab 6.
ogr2ogr: perintah yang membaca sebuah berkas spasial dan menulisnya ke format lain, misalnya dari GeoPackage ke tabel PostGIS. Bab 1.
Overlay (tumpang susun): menumpuk dua lapisan untuk mengetahui irisannya, misalnya petak dengan tanah. Di SQL dikerjakan dengan ST_Intersection. Bab 2.
Pengukur: fungsi spasial yang menjawab dengan angka, misalnya ST_Area dan ST_Distance. Bab 2.
Penyuntingan berversi (versioning): fitur geodatabase Esri tempat tiap penyunting bekerja di versi sendiri lalu menggabungkannya. PostGIS tidak punya fitur bawaan yang setara. Bab 1, 7.
Peran (role): kelompok hak akses di basis data, misalnya "boleh baca saja". Bab 1.
pg_dump dan pg_restore: perintah untuk membuat cadangan dan memulihkannya. Berkas cadangan memakai format kustom yang terkompres. Bab 7.
pgRouting: ekstensi PostgreSQL untuk analisis jaringan. Bab 3.
Piksel (pixel): kotak terkecil dalam raster; tiap kotak menyimpan satu angka. Bab 4.
PostGIS: tambahan untuk PostgreSQL yang memberi kemampuan menyimpan titik, garis, dan poligon. Bab 1.
Predikat spasial: fungsi yang menjawab ya atau tidak, misalnya ST_Intersects dan ST_DWithin. Bab 2.
Proyek terpadu: penggabungan hasil banyak analisis dalam satu kueri, misalnya lembar keputusan per petak. Bab 7.
Query Layer: cara ArcGIS Pro dan ArcMap membaca hasil kueri SQL dari basis data sebagai layer. Bab 2.
Regresi (regression): menyesuaikan garis lurus antara dua hal, misalnya hujan terhadap elevasi. Bab 5.
Reklasifikasi (reclassify): mengubah nilai raster menjadi kelas atau skor menurut tabel rentang. Bab 6.
Reproyeksi (reprojection): mengubah koordinat data ke sistem koordinat lain sebelum dimasukkan atau digabung dengan data lain. Bab 1.
Residu (residual): sisa selisih antara nilai pengamatan dan garis regresi. Sisa ini diinterpolasi dengan IDW lalu dijumlahkan kembali. Bab 5.
RMSE (root mean square error): ukuran rata-rata besar selisih tebakan dan kenyataan. Makin kecil makin baik. Bab 5.
Ruas (edge): potongan jalan di antara dua simpul. Bab 3.
Semivariogram: grafik kemiripan antartitik menurut jarak, dipakai untuk menentukan bobot kriging. Bab 5.
Server: petugas penjaga gudang data yang melayani banyak pengguna sekaligus. Bab 1.
Simpul (node): persimpangan atau ujung jalan. Bab 3.
Skema (schema): "rak" di dalam basis data tempat tabel dikelompokkan. Bab 1.
Skor (score): nilai 1 sampai 4 untuk tiap kelas sebuah kriteria; 4 berarti terbaik. Bab 6.
Snap Pour Point: alat ArcGIS Pro dan ArcMap yang menempelkan titik keluar ke sel akumulasi tertinggi dalam jarak tertentu. Bab 4.
Spatial Analyst: ekstensi ArcGIS Pro dan ArcMap yang memuat alat raster seperti hidrologi, interpolasi, dan Weighted Overlay. Bab 4.
SQL spasial: SQL biasa ditambah fungsi yang mengerti letak dan bentuk; namanya berawalan ST_. Bab 2.
SRID: nomor sistem koordinat yang menempel pada tiap geometri. Untuk UTM 49S nomornya 32749. Bab 1.
Tetangga terdekat (KNN): mengurutkan hasil menurut kedekatan dengan operator <->. Bab 2.
TIN (triangulated irregular network): jaring segitiga yang menghubungkan titik. Nilai di dalam segitiga dihitung lurus dari ketiga sudutnya. Bab 5.
Titik keluar (outlet): titik tempat seluruh air dari sebuah DAS keluar. Bab 4.
Titik latih dan titik uji: sebagian titik dipakai untuk menebak, sebagian disimpan untuk menilai tebakan. Bab 5.
Toleransi topologi (topology tolerance): batas jarak yang membuat dua ujung ruas dianggap satu simpul. Nilai 5 berarti ujung yang berjarak hingga 5 satuan peta dianggap bersambung. Bab 3.
Trigger: aturan yang berjalan otomatis saat data diubah, dipakai di sini untuk mencatat riwayat perubahan. Bab 7.
UTM (Universal Transverse Mercator): sistem koordinat berukuran meter yang dipakai data latihan (zona 49S, EPSG:32749). Pendahuluan.
VACUUM ANALYZE: perintah perawatan yang membersihkan sisa baris lama dan memperbarui statistik agar server memilih rencana kueri yang baik. Bab 7.
Validasi silang (cross-validation): menilai metode interpolasi dengan meninggalkan satu titik, menebaknya dari titik lain, lalu membandingkan. Bab 5.
View: kueri yang disimpan dan bisa dibuka seperti tabel; isinya dihitung ulang tiap dibuka. Bab 2.
View terwujud (materialized view): view yang menyimpan hasilnya. Cepat dibuka, tetapi harus disegarkan dengan REFRESH. Bab 2.
Weighted Overlay: alat Spatial Analyst yang menjumlahkan raster bertipe bilangan bulat dengan bobot persen yang berjumlah 100. Bab 6.
Zonal histogram: alat QGIS yang menghitung luas tiap kelas raster di dalam tiap poligon, misalnya per petak. Bab 6.